Merayakan Cinta; 2008

Detail Buku

Penerbit
Tahun
2008
Format
Cetak
Tebal
91 hal.

Deskripsi

Kasih suami-isteri adalah sebuah kasih agape di mana cinta itu benar-benar harus ditampilkan secara sempurna: pemberian diri satu sama lain. Mereka yang hidup di dalam kasih akan memandang sesamanya sebagai subyek yang terus disenangkan, dijaga (care), didewasakan dan dihargai sebagai manusia.
—Mateus Mali, Dosen Teologi Moral, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

…mencintai semua orang sama saja dengan tidak mencintai siapasiapa. Karena, mencintai semua orang adalah mencintai pengertian manusia yang abstrak. Cinta itu konkret, membedakan, memberi identitas. Dia mulai dengan memberi nama, dan melebur dalam nama. Tak ada cinta tanpa nama.
—Budi Kleden, SVD, Dosen Teologi STFK Ledalero, Flores

Seperti air laut yang tenang, kadangkala menjadi badai yang mengamuk. Seperti batu karang yang tegar, lama-lama terkikis ombak. Tiada yang abadi, tetapi ada yang mesti dipelihara. Seperti aliran air yang tiada henti, menuju muara, menuju cakrawala dan dalam siklus alami, uap, air, es, wujud cinta pun menampilkan bentuknya yang beraneka.
—Maria D. Andriana, Wartawati dan Novelis